Ada pertanyaan? Jangan Sungkan!
8 Kriteria Penilaian Akreditasi Jurnal Nasional

8 Kriteria Penilaian Akreditasi Jurnal Nasional

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai 8 kriteria penilaian akreditasi jurnal nasional. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini.

8 Kriteria Penilaian Akreditasi Jurnal Nasional

Menjamin mutu publikasi dalam bentuk jurnal ilmiah, maka Ditjen Dikti Ristek kemudian menetapkan 8 kriteria penilaian.

Kriteria penilaian inilah yang menjadi standar mutu untuk menetapkan mutu artikel ilmiah yang dipublikasikan ke dalam jurnal nasional.

Hasil penilaian akreditasi jurnal ilmiah nasional ini terbagi menjadi 6 tingkat, diantaranya:

Penilaian terhadap jurnal ilmiah nasional ini terbagi menjadi dua substansi penilaian, yang jika ditotal atau dikalkulasikan akan menentukan peringkat jurnal tersebut.

1. Penamaan Jurnal Ilmiah

Nama yang digunakan idealnya yaitu nama yang mempunyai makna, tepat dan singkat yang membuatnya mudah diacu.

Selain itu, dijelaskan juga didalam pedoman akreditasi jurnal ilmiah nasional lokasi jika nama jurnal harus bebs dari nama institusi.

Nama jurnal juga wajib spesifik sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi fokus utama. Nama jurnal ilmiah nasional juga diharapkan menggunakan istilah atau kosakata yang familiar, atau umum digunakan masyarakat.

Sehingga lebih mudah untuk dipahami sesuai dengan lingkungan keilmuan jurnal tersebut.

2. Kelembagaan Penerbit

Penerbit untuk publikasi jurnal nasional ada 3, yaitu:

  1. Penerbit jurnal organisasi profesi, yaitu penerbit jurnal dengan nilai tertinggi dilihat dari unsur kelembagaan penerbit. Contohnya seperti Persatuan Insinyur Indonesia, Himpunan Kimia Indonesia, Asosiasi Pendidikan Teknik Kimia Indonesia dan lain sebagainya.
  2. Penerbit perguruan tinggi dan lembaga penelitian, yaitu layanan penerbitan dari lembaga pendidikan ataupun lembaga penelitian. Sejumlah perguruan tinggi punya media jurnal internal, contohnya yaitu Jurnal UGM di bawah naungan Universitas Gadjah Mada.
  3. Penerbit komersial non perguruan tinggi, yaitu penerbit jurnal di luar perguruan tinggi, lembaga penelitian dan organisasi profesi. Nilai akreditasi paling rendah, yaitu hanya 1 poin namun publikasinya tetap diakui.
Baca Juga:  Bawang Merah Probolinggo Kekayaan Tanah Subur Jawa Timur

3. Penyuntingan dan Manajemen Jurnal

Pada pedoman akreditasi jurnal ilmiah nasional juga disebut, kriteria penilaian mencakup penyuntingan dan manajemen jurnal.

Hal ini mencakup proses editor dalam memilih artikel yang masuk tata kelolanya. Mulai dari keterlibatan reviewer yang merupakan ahli di bidangnya sampai mutu penyuntingan.

Supaya artikel ilmiah yang terpublikasi di dalam jurnal mempunyai susunan yang sesuai dengan standar dan bahasannya pun demikian.

4. Substansi Artikel

Diwajibkan yaitu artikel yang membahas hasil penelitian ataupun hasil kajian ilmiah. Selain itu, ada beberapa sub kriteria penilaian lain di dalam kriteria substansi artikel.

Misalnya terkait unsur kebaruan di dalam artikel ilmiah, dampak keilmuan yang diberikan dan lain sebagainya.

5. Gaya Penulisan

Jurnal dalam proses penilaian akreditasi juga akan dinilai gaya penulisannya. Mencakup konsistensi struktur penulisan yang baik dan benar.

Contohnya seperti tanda baca, penambahan catatan kaki dan lain sebagainya yang sesuai dengan ketentuan.

6. Penampilan

Jurnal nasional dalam akreditasi juga akan dinilai penampilannya, yaitu dari format jurnal ilmiah tersebut.

Mencakup bentuk, ukuran huruf, tata letak, jarak antar kalimat dan unsur-unsur yang menetukan tampilan artikel ilmiah lain di dalam jurnal.

7. Keberkalaan

Yaitu dari terbitan secara berkala, penomoran penerbitan dan juga penomoran halaman yang konsisten.

8. Penyebarluasan

Artinya suatu jurnal dinilai berdasarkan jumlah kunjungan ke laman jurnal tersebut dan tercantum tidaknya di lembaga pengindeks jurnal terakreditasi ataupun jurnal internasional bereputasi.

Setelah memahami kriteria penilaian di dalam pedoman akreditasi jurnal ilmiah nasional lokasi sesuai penjelasan di atas.

Maka kini para dosen dan mahasiswa yang hendak melakukan publikasi bisa tahu standar mutu artikel ilmiah yang harus disusun.

Baca Juga:  Tips Proses Submit Jurnal Agar Lebih Lancar

Sekaligus bisa memahami bagaimana memilih lembaga jurnal yang kredibel dan sudah terbukti bermutu, dengan perolehan peringkat akreditasi yang baik. Semakin tinggi peringkat akreditasinya maka semakin tepat untuk dipilih dalam publikasi hasil penelitian.

Akhir Kata

Mungkin cukup sekian pembahasan mengenai 8 pedoman akreditas jurnal, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan Kami

Order Layanan Cepat