Rifainstitute.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan.
Kampus terkemuka ini membuka kesempatan luas bagi calon mahasiswa dari Gaza yang terdampak konflik.
Selain itu, UGM juga memfasilitasi pelajar berprestasi dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
UGM Sambut Mahasiswa dari Gaza Terdampak Konflik
Serangan militer di Gaza, Palestina, telah menghancurkan banyak infrastruktur penting, termasuk kampus-kampus besar.
Salah satunya adalah Al-Azhar University Gaza yang menjadi sasaran bom.
Melihat kondisi memprihatinkan ini, UGM berkomitmen untuk menawarkan pendidikan bagi para pelajar asal Gaza.
Prof dr Yodi Mahendradhata, Dekan FK-KMK UGM, mengungkapkan saat ini delapan mahasiswa dari Gaza sudah mengikuti proses masuk.
Salah satu dari mereka adalah Dina, mahasiswa kedokteran dari Al-Azhar University Gaza.
Studinya terhenti pada tahun 2023 karena kampusnya hancur akibat serangan.
Yodi menambahkan, UGM bercita-cita membangkitkan kembali pendidikan kedokteran dan kesehatan di Gaza.
Kampus ini menyediakan ruang belajar yang aman bagi calon-calon dokter dari wilayah tersebut.
“Kisah Dina dan teman-temannya merupakan catatan penting bagi fakultas kami,” ujarnya.
Peluang Pendidikan untuk Pelajar Daerah 3T
Selain fokus pada mahasiswa Gaza, UGM juga terus memberikan perhatian kepada pelajar dari wilayah 3T.
UGM menyediakan fasilitas pendidikan bagi mereka yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Inisiatif ini bertujuan untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Yodi juga menceritakan kisah inspiratif dr Merlins Renatasia Waromi, Sp MK, seorang lulusan UGM asal Papua.
Merlins berhasil menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dalam waktu singkat yakni 3 tahun 6 bulan 12 hari.
Kisah sukses ini menjadi motivasi bagi UGM untuk membuka lebih banyak kesempatan.
“Bulan lalu, FK Uncen meluncurkan PPDS pertama di tanah Papua,” kata Yodi.
Pencapaian ini sejalan dengan upaya FK UGM dalam mencetak lebih banyak lulusan berkualitas.
FK UGM sendiri telah menghasilkan 8,1% guru besar yang berkontribusi signifikan pada dunia Pendidikan.
Ikuti terus berita terbaru seputar publikasi ilmiah hanya di Rifainstitute.com








Leave a Comment