Ada pertanyaan? Jangan Sungkan!
Memahami Kode Etik Psikologi dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Memahami Kode Etik Psikologi dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Rifainstitute – Dalam dunia ilmu psikologi, Kode Etik Psikologi dalam Penelitian menjadi panduan utama bagi para psikolog dan ilmuwan psikologi dalam menjalankan tugas profesionalnya. Kode Etik terdiri dari “Kode” yang merupakan simbol atau tanda yang disepakati untuk tujuan tertentu, dan “Etik” yang merujuk pada kebiasaan atau perilaku sesuai dengan nilai-nilai, norma, dan asas yang diterima oleh kelompok tertentu.

Kode Etik Psikologi Indonesia (2010) oleh HIMPSI

Kode Etik Psikologi Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), adalah aturan tertulis yang berisi nilai-nilai dan pedoman bagi psikolog dan ilmuwan psikologi. Tujuan utamanya adalah mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

1. Tugas Profesi Psikolog

Dalam menjalankan tugas profesi, terdapat banyak aspek yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan penelitian dan publikasi ilmiah. Proses penelitian, sebagai contohnya, melibatkan perencanaan yang tertulis untuk dipahami oleh pihak yang tertarik. Penting untuk mengikuti standar ilmiah dan etika penelitian dalam perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil penelitian.

2. Publikasi Ilmiah Menurut Muhardi et.al (2022)

Publikasi ilmiah, seperti yang dijelaskan oleh Muhardi et.al (2022), adalah penyebaran hasil penelitian atau telaah ilmu di jurnal ilmiah setelah memenuhi persyaratan ilmiah, termasuk telaah dari para ahli di bidangnya.

Baca Juga:  Menguak Keunggulan Jurnal SINTA 4, Memahami Tingkatan dan Fungsinya

Pasal-Pasal Terkait Penelitian dan Publikasi Ilmiah

1. Pedoman Umum (Pasal 45)

Pasal 45 membahas pedoman umum terkait penelitian dan publikasi ilmiah. Ini mencakup prinsip-prinsip dasar yang harus diikuti oleh para peneliti untuk menjaga integritas dan kredibilitas penelitian.

2. Tanggungjawab dan Kewenangan (Pasal 46)

Pasal 46 menguraikan batasan, tanggungjawab, dan kewenangan peneliti dalam menjalankan penelitian. Hal ini untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan secara etis dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

3. Aturan dan Izin Penelitian (Pasal 47)

Pasal 47 membahas aturan dan izin penelitian yang harus diikuti. Ini mencakup prosedur perolehan izin sebelum memulai penelitian untuk memastikan keamanan dan kepatuhan hukum.

Kasus Pelanggaran Kode Etik Psikologi

Beberapa contoh kasus pelanggaran Kode Etik Psikologi dalam penelitian dan publikasi ilmiah telah diidentifikasi.

1. Contoh Kasus Pasal 49

Misalnya, peneliti tidak boleh memaksa partisipan untuk terlibat dalam penelitian dengan cara yang berlebihan atau menawarkan imbalan yang tidak pantas.

2. Contoh Kasus Pasal 50

Peneliti tidak boleh mengelabui calon partisipan eksperimen tentang tujuan penelitian. Informasi yang diberikan harus akurat dan sesuai dengan sifat penelitian.

3. Contoh Kasus Pasal 54

Dalam situasi di mana data partisipan dapat menjadi bahan penelitian lainnya, peneliti harus memastikan bahwa partisipan memberikan izin yang sesuai sebelum data digunakan untuk kepentingan lain.

Pemahaman mendalam terhadap Kode Etik Psikologi dalam penelitian dan publikasi ilmiah sangat penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas ilmu psikologi. Dengan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan, para psikolog dan ilmuwan psikologi dapat berkontribusi pada pengembangan pengetahuan yang berkualitas dan beretika. Rifainstitute

Jangan lupa ikuti kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan Kami

Order Layanan Cepat