Rifainstitute.com – Menjadi dosen di India, khususnya di Jawaharlal Nehru University (JNU), ternyata menyimpan banyak fakta menarik. Kampus negeri elite ini memberikan subsidi besar dari pemerintah dan memiliki standar pengajar yang sangat tinggi.
Kisah ini diceritakan oleh Mohd Agoes Aufiya, seorang mahasiswa S3 di sana. JNU mewajibkan semua dosennya memiliki gelar pendidikan S3.
Tidak hanya itu, gaji yang ditawarkan untuk para pengajar juga sangat menggiurkan, mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Persyaratan Ketat dan Gaji Menggiurkan
Jawaharlal Nehru University menerapkan standar minimum bagi para pengajarnya yaitu harus bergelar S3. Dosen baru dengan gelar ini menerima gaji awal sekitar Rp 10 juta per bulan, belum termasuk berbagai tunjangan lainnya.
Namun, bagi profesor senior, gaji bulanan bisa melesat tinggi. Angkanya dapat menyentuh Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan.
Mohd Agoes Aufiya mengatakan hal ini dalam wawancara dengan detikEdu. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam menghargai kualitas pengajarnya.
Fasilitas Lengkap Bak Kota Mandiri
Selain upah bulanan, dosen di JNU juga memperoleh tunjangan fasilitas yang luar biasa. Mereka mendapatkan rumah dinas di dalam kampus dengan kelengkapan fasilitas modern.
Fasilitas tempat tinggal ini dapat mereka huni sampai masa pensiun tiba. Tidak hanya dosen, staf dan karyawan kampus pun menikmati fasilitas serupa.
Agoes menggambarkan luasnya area kampus elite ini menyerupai sebuah kota mandiri. Seluruh sivitas akademika dan staf tinggal di dalamnya, menciptakan ekosistem kampus yang unik dan nyaman.
Inspirasi untuk Pendidikan Indonesia
Menurut Agoes, Jawaharlal Nehru University merupakan contoh nyata pengelolaan pendidikan tinggi yang baik oleh pemerintah pusat. Kampus ini seakan mengirim pesan tentang bagaimana seharusnya sebuah pendidikan berjalan.
Hebatnya, Jawaharlal Nehru University tidak bergantung pada beasiswa untuk menyediakan pendidikan tinggi yang terjangkau. Ini bisa menjadi inspirasi besar bagi Indonesia.
Pemerintah Indonesia bisa belajar dari cara India mengelola kampus negerinya. Meskipun belum mampu menyediakan asrama lengkap, setidaknya biaya kuliah di kampus-kampus negeri unggulan dapat ditekan agar lebih terjangkau tanpa harus melalui jalur beasiswa.
Ikuti terus berita terbaru seputar publikasi ilmiah hanya di Rifainstitute.com






Leave a Comment