Kisah Tiara Lulus Kedokteran Gigi UGM Usia 20 Tahun Raih Prestasi Gemilang

Rifainstitute

Kisah Tiara Lulus Kedokteran Gigi UGM Usia 20 Tahun Raih Prestasi Gemilang
Kisah Tiara Lulus Kedokteran Gigi UGM Usia 20 Tahun Raih Prestasi Gemilang

Rifainstitute.com – Menyelesaikan studi di jurusan kedokteran memang bukan perkara mudah. Mahasiswa di bidang ini kerap dihadapkan pada jadwal perkuliahan yang padat, praktikum, hingga segudang tugas.

Namun, seorang mahasiswi bernama Tiara Amanda Pramesti Gumay telah membuktikan sebaliknya. Ia berhasil menuntaskan pendidikan sarjananya pada usia yang sangat muda, yakni 20 tahun.

Tiara lulus dari Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia bahkan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik universitas tersebut belum lama ini, sebuah prestasi yang membanggakan.

Pilihan Akselerasi Sejak Dini

Tiara telah memulai jalur Pendidikan yang berbeda sejak usia dini. Orang tuanya memutuskan untuk memasukkannya ke sekolah dasar pada usia 5,5 tahun, lebih cepat dari kebanyakan anak.

Saat memasuki jenjang SMA, Tiara kembali mengambil keputusan berani. Ia mengikuti program akselerasi yang memungkinkannya menyelesaikan pendidikan menengah atas hanya dalam waktu dua tahun.

Menurut Tiara, lulus di usia muda adalah cita-cita yang sudah lama diidamkannya. Ia memiliki keinginan kuat untuk mencapai kemandirian finansial dan pribadi lebih awal dari teman-temannya.

“Saya selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar bisa mencapai kemandirian lebih awal,” ungkap Tiara dikutip dari laman resmi UGM.

Perjuangan di SNBP dan Kuliah

Meskipun usianya lebih muda, semangat belajar Tiara tidak pernah surut. Ia menunjukkan keseriusan dan dedikasi tinggi dalam mengejar impiannya.

Berkat prestasinya, Tiara masuk daftar siswa eligible untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia berhasil lolos SNBP pada tahun 2022 dan diterima di Kedokteran Gigi UGM.

Perjalanan masuk UGM memang tergolong mulus, namun tantangan sesungguhnya baru dimulai saat berkuliah. Tiara sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kampus yang baru.

Di balik ambisi tingginya, ia diliputi rasa cemas dan kurang percaya diri. Bahkan, Tiara mengaku sempat kesulitan bersosialisasi dengan teman-teman barunya.

Baca Juga:  Minat Siswa Melonjak Puluhan Ribu Bersaing di Seleksi Madrasah Unggulan 2026

“Dulu ketika bertemu teman-teman, saya melihat mereka lebih siap, matang, dan percaya diri,” kenang Tiara.

Ia menambahkan, “Waktu awal masuk kuliah, punya ambisi tinggi tanpa ada rasa percaya diri, sehingga membuat saya sedikit kesulitan.”

Kunci Sukses Tiara Mengatur Waktu

Jurusan kedokteran memang identik dengan jadwal yang sangat padat dan tugas menumpuk. Namun, Tiara tetap aktif berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selama kuliah.

Kondisi ini menuntutnya untuk pintar mengatur waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Awalnya, ia sempat menghadapi kegagalan dalam menemukan ritme yang tepat.

“Pada awalnya cukup susah untuk mengatur waktu dengan jadwal akademik yang padat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Aku coba banyak trial and error untuk mencari ritme yang pas.”

Dari berbagai percobaan dan kegagalan tersebut, Tiara belajar sebuah pelajaran berharga. Ia menyadari bahwa ambisi harus diimbangi dengan kesiapan, kesabaran, dan komitmen yang kuat untuk terus berkembang.

Tiara berpesan, “Hargai setiap proses yang ada pada diri kita sendiri.”

Ikuti terus berita terbaru seputar publikasi ilmiah hanya di Rifainstitute.com

Mitra Publikasi Jurnal Ilmiah Terpercaya untuk Peneliti & Akademisi.

Related Post

No comments

Leave a Comment