Rifainstitute.com – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 1993-1998, Prof Wardiman Djojonegoro, baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya.
Ia menyoroti kondisi Pendidikan di Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara lain.
Rata-rata jenjang pendidikan masyarakat Indonesia saat ini disebut setara tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja.
Rata-rata Pendidikan Nasional Masih di Tingkat SMP
Dalam acara Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan, Wardiman Djojonegoro memaparkan fakta tersebut.
Ia mengutip data dari World Economic Forum (WEF) yang menunjukkan ketertinggalan pendidikan Indonesia.
Menurut WEF, perempuan di seluruh dunia seharusnya memiliki pendidikan minimal SMA.
Namun, di Indonesia, rata-rata tingkat pendidikan masyarakat baru mencapai SMP.
Wardiman menegaskan bahwa masih banyak upaya yang harus dikejar untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Ketertinggalan di ASEAN dan Ketimpangan Gender
Tidak hanya pendidikan, Indonesia juga masih tertinggal dari beberapa negara ASEAN lainnya.
Indikator kesehatan seperti angka kematian anak dan ibu turut menjadi faktor penarik ke bawah.
Dari 11 negara ASEAN, posisi Indonesia berada di peringkat ketujuh dalam beberapa indikator.
Pada kesempatan yang sama, Wardiman turut menyoroti ketimpangan gender terhadap perempuan.
Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja masih lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Kesenjangan upah juga masih terlihat nyata, di mana upah perempuan hanya sekitar 83% dari upah laki-laki.
Semangat Kartini dan Apresiasi untuk Pemberdayaan Perempuan
Meskipun demikian, Wardiman melihat adanya perbaikan signifikan dalam pemenuhan hak perempuan.
Kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding era Raden Ajeng Kartini 147 tahun lalu.
Dulu, banyak bupati menentang pendidikan formal untuk perempuan dengan alasan adat pingitan.
Ia mengapresiasi keberanian Kartini yang berjuang melalui pendidikan swasta dan paguyuban.
Wardiman juga menyambut baik langkah Kemendikdasmen dalam mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan.
Ia berharap inisiatif ini dapat menular ke kementerian dan lembaga lain.
Tujuannya adalah agar kesetaraan gender di Indonesia bisa meningkat dengan cepat.
Ikuti terus berita terbaru seputar publikasi ilmiah hanya di Rifainstitute.com








Leave a Comment