Rifainstitute.com – Annas Solihin, seorang lulusan terbaik S2 Pendidikan Dasar Unesa, berhasil menciptakan terobosan penting dalam dunia pendidikan. Dengan riset inovatifnya, ia tidak hanya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0, tetapi juga menawarkan solusi nyata.
Risetnya berfokus pada media pembelajaran yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah trauma matematika yang sering dialami anak-anak Sekolah Dasar (SD). Selain itu, inovasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa.
Karya Annas yang bertajuk “EDU-GEOLOCI” ini menjadi harapan baru bagi pendidikan berkualitas di Indonesia. Ia bahkan berkesempatan menempuh jenjang doktoral melalui jalur fast track berkat prestasinya.
EDU-GEOLOCI Solusi Revolusioner Pembelajaran Matematika
EDU-GEOLOCI merupakan platform digital berbasis 3D yang menggabungkan berbagai elemen penting. Materi geometri dipadukan dengan nilai-nilai Islam dan kesadaran terhadap lingkungan.
Platform ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar matematika yang baru dan menyenangkan. Siswa diajak berhitung sekaligus memahami konsep spiritual dan ekologi dalam bentuk ruang visual interaktif.
Pendekatan pembelajaran lokus berbasis web yang diterapkan Annas terbukti efektif. Metode ini berhasil meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa SD secara signifikan.
Fitur interaktif dan menyenangkan dalam EDU-GEOLOCI membuat pelajaran matematika tidak lagi menjadi momok. Siswa dapat belajar dengan pengalaman yang asyik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Motivasi dan Harapan di Balik Inovasi
Inspirasi Annas untuk menciptakan media pembelajaran ini berawal dari pengalamannya sebagai Pembina Pramuka. Ia prihatin melihat banyak siswa yang mudah menyerah saat menghadapi matematika.
Annas menyadari pentingnya memahami sisi emosional siswa demi mewujudkan SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Menurutnya, ilmu akan sulit masuk jika anak merasa takut.
Ia berharap para guru memiliki alat yang canggih secara teknologi dan kuat secara nilai. Tujuannya agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus bijak terhadap lingkungan sekitarnya.
Dampak dan Pengakuan Internasional
Berkat inovasi tesisnya, ada harapan baru untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4. Selama ini, banyak instrumen pengukuran dari luar negeri yang mungkin kurang relevan dengan konteks lokal.
Annas memodifikasi Mathematics Anxiety Rating Scale (MARS) agar sesuai dengan budaya siswa SD di Indonesia. Instrumen yang telah divalidasi secara lokal ini membantu guru mengukur tingkat kecemasan matematika siswa lebih akurat.
Studi Annas bahkan berhasil menembus publikasi jurnal internasional terindeks Scopus Q1. Ini menjadi bukti pengakuan global terhadap kualitas risetnya.
Annas yakin bahwa transformasi pendidikan dasar di Indonesia dapat segera terwujud. Ia berharap ini akan menciptakan generasi emas yang unggul dan kompetitif di tingkat internasional.
Ikuti terus berita terbaru seputar publikasi ilmiah hanya di Rifainstitute.com








Leave a Comment