Bagian Discussion atau pembahasan merupakan salah satu bagian yang paling sering mendapat perhatian reviewer jurnal. Pada bagian inilah penulis harus menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak sekadar menghasilkan data, tetapi juga memberikan jawaban atas masalah penelitian, memperkuat atau mengoreksi teori, serta menawarkan kontribusi baru bagi bidang keilmuan.
Banyak artikel memiliki metode penelitian yang baik dan data yang memadai, tetapi tetap mendapatkan revisi besar karena pembahasannya masih terlalu deskriptif. Penulis hanya mengulang hasil penelitian tanpa menjelaskan makna, alasan, keterkaitan, dan kontribusi dari temuan tersebut.
Agar bagian Discussion lebih kuat dan memenuhi ekspektasi jurnal bereputasi, penulis perlu membangun pembahasan dengan alur argumentasi yang sistematis. Berikut struktur yang dapat digunakan.
Apa Fungsi Bagian Discussion?
Bagian Discussion bertujuan untuk menjawab pertanyaan: “Apa arti dari hasil penelitian ini?”
Karena itu, pembahasan tidak cukup hanya menyebutkan bahwa suatu variabel berpengaruh, sebuah fenomena ditemukan, atau informan memberikan jawaban tertentu. Penulis perlu menjelaskan:
- Mengapa hasil tersebut dapat terjadi?
- Apakah hasilnya sesuai dengan teori?
- Apakah temuan mendukung penelitian sebelumnya?
- Mengapa terdapat perbedaan dengan penelitian terdahulu?
- Apa kontribusi baru yang diberikan penelitian?
- Apa implikasinya bagi teori, kebijakan, atau praktik?
Dengan kata lain, bagian hasil menjelaskan apa yang ditemukan, sedangkan bagian Discussion menjelaskan mengapa temuan tersebut penting.
Struktur Discussion Artikel Jurnal Scopus
Tidak ada satu struktur yang berlaku mutlak untuk seluruh jurnal. Namun, bagian Discussion yang baik umumnya memuat beberapa unsur berikut.
1. Mulai dengan Ringkasan Isu Utama Penelitian
Paragraf awal pembahasan dapat digunakan untuk mengingatkan pembaca mengenai isu utama yang diteliti. Penulis tidak perlu mengulang seluruh bagian pendahuluan. Cukup jelaskan konteks yang berhubungan langsung dengan temuan.
Contohnya:
Penerapan sertifikasi halal memiliki peran penting dalam memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang beredar telah memenuhi standar yang ditetapkan. Meskipun demikian, penerapan kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada kelompok usaha kecil dan menengah.
Paragraf semacam ini membantu pembaca memahami konteks sebelum memasuki pembahasan yang lebih mendalam.
Hindari pembukaan yang terlalu panjang. Discussion bukan tempat untuk menuliskan kembali latar belakang penelitian secara lengkap.
2. Tegaskan Masalah atau Research Gap
Setelah menjelaskan konteks, tunjukkan kembali masalah khusus yang hendak dijawab oleh penelitian.
Research gap dapat berupa:
- Perbedaan hasil penelitian sebelumnya.
- Konsep yang belum pernah diuji pada konteks tertentu.
- Fenomena yang belum dijelaskan secara mendalam.
- Kelemahan kebijakan atau praktik yang belum diteliti.
- Keterbatasan metode dalam penelitian terdahulu.
- Kurangnya penelitian pada populasi, wilayah, atau sektor tertentu.
Contoh:
Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas sertifikasi halal dari perspektif konsumen. Sementara itu, penelitian mengenai penerimaan kebijakan sertifikasi halal dari sudut pandang pelaku usaha kecil masih terbatas.
Pernyataan tersebut memberikan arah yang jelas. Pembaca dapat segera mengetahui ruang kosong yang berusaha diisi oleh penelitian.
3. Sampaikan Temuan Utama sebagai Jawaban atas Research Gap
Setelah gap dijelaskan, paparkan temuan utama penelitian. Temuan harus disampaikan sebagai jawaban terhadap tujuan atau pertanyaan penelitian, bukan sekadar pengulangan tabel dan angka.
Contoh yang kurang kuat:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap penerimaan kebijakan.
Contoh yang lebih analitis:
Penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penerimaan pelaku usaha terhadap kebijakan sertifikasi. Pelaku usaha yang memahami tujuan, proses, dan manfaat sertifikasi cenderung menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penerapannya.
Pada contoh kedua, penulis tidak hanya menyebutkan hubungan antarvariabel, tetapi juga menjelaskan pola yang muncul dari hasil penelitian.
Untuk penelitian kuantitatif, penulis tidak perlu mengulang semua nilai statistik yang sudah ditampilkan dalam bagian Results. Fokuslah pada temuan yang paling relevan.
Untuk penelitian kualitatif, pembahasan dapat dibangun berdasarkan tema utama, pola jawaban informan, kontradiksi, serta konteks sosial yang melatarbelakanginya.
4. Interpretasikan Temuan dengan Teori dan Literatur
Inilah inti dari bagian Discussion. Penulis harus menjelaskan mengapa temuan tersebut muncul dan bagaimana kaitannya dengan teori.
Gunakan teori sebagai alat untuk memahami hasil, bukan sekadar sebagai kutipan tambahan.
Contoh:
Pengaruh pengetahuan terhadap penerimaan kebijakan dapat dijelaskan melalui teori penerimaan teknologi. Dalam perspektif ini, seseorang lebih mungkin menerima suatu sistem apabila memahami manfaat dan kemudahan penggunaannya. Kurangnya informasi dapat meningkatkan persepsi risiko serta menimbulkan keraguan terhadap proses sertifikasi.
Interpretasi seperti ini menunjukkan kemampuan penulis dalam menghubungkan data empiris dengan kerangka konseptual.
Beberapa pertanyaan yang dapat membantu proses interpretasi antara lain:
- Faktor apa yang menyebabkan hasil tersebut?
- Mekanisme apa yang menjelaskan hubungan antarvariabel?
- Apakah konteks sosial, budaya, ekonomi, atau kelembagaan memengaruhi hasil?
- Apakah teori yang digunakan mampu menjelaskan seluruh temuan?
- Adakah temuan yang tidak dapat dijelaskan oleh teori?
Pembahasan yang baik tidak hanya menyatakan bahwa hasil penelitian “sesuai dengan teori”, tetapi menjelaskan bagian teori mana yang relevan dan bagaimana mekanismenya bekerja.
5. Gunakan Data Pendukung untuk Memperkuat Interpretasi
Dalam penelitian kualitatif atau metode campuran, kutipan informan dapat digunakan untuk memperkuat interpretasi. Namun, kutipan tidak boleh dibiarkan berdiri tanpa penjelasan.
Contohnya:
Sejumlah informan menyatakan bahwa proses sertifikasi dianggap rumit karena keterbatasan informasi mengenai dokumen dan tahapan pengajuan. Temuan ini menunjukkan bahwa resistensi pelaku usaha tidak selalu disebabkan oleh penolakan terhadap prinsip sertifikasi, tetapi dapat muncul karena hambatan administratif dan komunikasi kebijakan.
Kutipan wawancara berfungsi sebagai bukti, sedangkan penjelasan setelahnya merupakan analisis peneliti.
Untuk artikel jurnal internasional, pilih kutipan yang paling representatif. Terlalu banyak kutipan langsung dapat membuat pembahasan kehilangan fokus analitis.
6. Bandingkan dengan Penelitian Terdahulu
Setiap temuan penting sebaiknya dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya.
Perbandingan tersebut dapat menunjukkan bahwa temuan:
- Mendukung penelitian terdahulu.
- Memperluas hasil penelitian sebelumnya.
- Menunjukkan perbedaan dalam konteks tertentu.
- Bertentangan dengan penelitian terdahulu.
- Menawarkan penjelasan baru terhadap fenomena yang sama.
Contoh:
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pengetahuan berperan dalam meningkatkan penerimaan terhadap sertifikasi. Namun, penelitian ini memperlihatkan bahwa pengetahuan saja belum cukup. Persepsi mengenai biaya, proses administrasi, dan kesiapan organisasi juga menentukan keputusan pelaku usaha.
Kata “sejalan” tidak boleh menjadi akhir pembahasan. Penulis perlu menjelaskan dalam aspek apa temuan tersebut sejalan, berbeda, atau lebih luas.
Apabila hasil penelitian berbeda dengan studi sebelumnya, jangan menganggapnya sebagai kelemahan secara otomatis. Perbedaan justru dapat menjadi sumber kontribusi ilmiah apabila dijelaskan secara logis.
Perbedaan hasil dapat disebabkan oleh:
- Karakteristik responden.
- Lokasi penelitian.
- Periode pengumpulan data.
- Instrumen yang digunakan.
- Desain penelitian.
- Kondisi sosial dan budaya.
- Perubahan kebijakan.
- Perbedaan tingkat perkembangan industri.
7. Jelaskan Implikasi Teoretis
Implikasi teoretis menjelaskan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Kontribusi tersebut dapat berbentuk:
- Konfirmasi terhadap teori.
- Perluasan teori pada konteks baru.
- Penambahan variabel atau dimensi tertentu.
- Penjelasan mengenai batas penerapan teori.
- Integrasi dua atau lebih pendekatan teoretis.
- Pengembangan model konseptual baru.
Contoh:
Secara teoretis, hasil penelitian ini memperluas model penerimaan kebijakan dengan menunjukkan bahwa penerimaan tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi manfaat. Faktor kepercayaan, akses informasi, dan kesiapan administratif juga memainkan peran penting, khususnya pada kelompok usaha berskala kecil.
Penulis perlu berhati-hati agar tidak membuat klaim terlalu besar. Penelitian dengan sampel dan konteks terbatas tidak seharusnya diklaim telah menghasilkan teori universal.
8. Uraikan Implikasi Praktis
Selain kontribusi teoretis, artikel perlu menunjukkan manfaat temuan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Implikasi praktis dapat ditujukan kepada:
- Pemerintah.
- Pengelola institusi.
- Pelaku industri.
- Tenaga profesional.
- Organisasi masyarakat.
- Lembaga pendidikan.
- Peneliti berikutnya.
Implikasi harus spesifik dan diturunkan langsung dari hasil penelitian.
Contoh yang terlalu umum:
Pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi.
Contoh yang lebih kuat:
Pemerintah perlu menyediakan program pendampingan yang menjelaskan tahapan sertifikasi, dokumen yang diperlukan, estimasi waktu, dan mekanisme pembiayaan. Informasi tersebut sebaiknya disampaikan melalui saluran yang mudah diakses oleh pelaku usaha kecil.
Rekomendasi yang spesifik lebih bernilai daripada saran normatif yang dapat diterapkan pada hampir semua penelitian.
9. Tunjukkan Novelty Penelitian
Novelty adalah unsur penting dalam artikel jurnal bereputasi. Namun, kebaruan tidak selalu berarti menemukan teori yang sepenuhnya baru.
Novelty dapat berasal dari:
- Objek penelitian yang belum banyak dikaji.
- Konteks geografis atau budaya yang berbeda.
- Kombinasi variabel yang belum pernah diuji.
- Metode analisis yang lebih sesuai.
- Data terbaru.
- Penemuan mekanisme atau pola baru.
- Perspektif aktor yang selama ini diabaikan.
- Hasil yang berbeda dari penelitian sebelumnya.
Contoh:
Berbeda dengan penelitian terdahulu yang menempatkan biaya sebagai hambatan utama, penelitian ini menemukan bahwa ketidakjelasan informasi dan rendahnya kesiapan administratif menjadi persoalan yang lebih dominan.
Pernyataan tersebut menunjukkan secara eksplisit hal baru yang ditemukan oleh penelitian.
Jangan membiarkan reviewer menebak letak novelty artikel. Nyatakan dengan jelas, tetapi tetap proporsional.
10. Akhiri dengan Keterbatasan dan Agenda Penelitian Berikutnya
Keterbatasan penelitian bukan bentuk pengakuan bahwa penelitian gagal. Penjelasan yang jujur justru menunjukkan bahwa penulis memahami batas interpretasi hasilnya.
Keterbatasan dapat berkaitan dengan:
- Ukuran sampel.
- Wilayah penelitian.
- Jenis responden.
- Instrumen pengukuran.
- Desain cross-sectional.
- Keterbatasan data sekunder.
- Potensi bias jawaban.
- Variabel yang belum dianalisis.
Setelah menyampaikan keterbatasan, berikan arah bagi penelitian berikutnya.
Contoh:
Penelitian ini dilakukan pada pelaku usaha di satu wilayah sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya dapat melibatkan responden dari beberapa provinsi dan membandingkan penerimaan kebijakan berdasarkan skala usaha serta jenis industri.
Keterbatasan dan saran penelitian berikutnya harus saling berhubungan. Jangan menuliskan rekomendasi yang tidak berkaitan dengan batas penelitian.
Pola Penulisan Paragraf Discussion
Salah satu pola yang dapat digunakan untuk membangun paragraf pembahasan adalah:
Temuan → interpretasi → teori → penelitian terdahulu → konteks → implikasi
Contohnya:
Penelitian ini menemukan bahwa akses informasi memengaruhi kesiapan pelaku usaha dalam mengikuti proses sertifikasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa persoalan implementasi tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi juga dengan kemampuan pelaku usaha dalam memahami prosedur yang berlaku. Temuan ini mendukung pandangan bahwa kejelasan informasi dapat mengurangi ketidakpastian dalam penerimaan suatu kebijakan. Hasil serupa dilaporkan oleh penelitian terdahulu, meskipun pengaruhnya lebih kuat pada usaha berskala kecil. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh terbatasnya sumber daya administratif yang dimiliki kelompok usaha tersebut. Oleh karena itu, penyediaan informasi perlu disertai dengan pendampingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok usaha.
Pola tersebut tidak harus diterapkan secara kaku. Namun, struktur ini membantu penulis menghindari paragraf yang hanya berisi rangkaian kutipan.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menulis Discussion
Mengulang bagian Results
Discussion bukan salinan bagian hasil. Angka, tabel, dan kutipan yang sudah dipaparkan tidak perlu dijelaskan kembali secara panjang lebar.
Terlalu banyak kutipan
Pembahasan yang dipenuhi kutipan dapat membuat suara penulis tidak terlihat. Literatur harus mendukung argumentasi, bukan menggantikan analisis.
Hanya menyatakan “sejalan dengan penelitian terdahulu”
Kesamaan hasil perlu dijelaskan. Sebutkan aspek yang sejalan dan alasan mengapa kesamaan tersebut muncul.
Mengabaikan hasil yang tidak signifikan
Hasil yang tidak signifikan tetap perlu dibahas, terutama apabila bertentangan dengan hipotesis. Jelaskan kemungkinan penyebabnya berdasarkan teori, metode, dan konteks penelitian.
Membuat klaim di luar data
Kesimpulan dan rekomendasi harus sesuai dengan cakupan sampel, metode, dan hasil analisis. Hindari generalisasi berlebihan.
Tidak menunjukkan novelty
Artikel dapat terlihat seperti pengulangan penelitian sebelumnya apabila penulis tidak menjelaskan kontribusi khususnya.
Memberikan rekomendasi yang terlalu umum
Saran seperti “meningkatkan kesadaran”, “memperkuat kerja sama”, atau “melakukan sosialisasi” perlu dilengkapi dengan penjelasan mengenai siapa yang harus bertindak, kepada siapa, dengan cara apa, dan untuk tujuan apa.
Checklist Sebelum Mengirimkan Artikel
Sebelum melakukan submission, periksa kembali bagian Discussion dengan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah temuan utama telah menjawab pertanyaan penelitian?
- Apakah setiap temuan penting sudah diinterpretasikan?
- Apakah pembahasan terhubung dengan teori yang digunakan?
- Apakah hasil telah dibandingkan dengan penelitian terdahulu?
- Apakah perbedaan hasil sudah dijelaskan?
- Apakah novelty dinyatakan secara eksplisit?
- Apakah implikasi teoretis dan praktis sudah spesifik?
- Apakah klaim yang dibuat sesuai dengan data?
- Apakah keterbatasan penelitian telah dijelaskan secara proporsional?
- Apakah setiap paragraf memiliki satu gagasan utama yang jelas?
Penutup
Bagian Discussion yang berkualitas tidak ditentukan oleh banyaknya referensi atau panjangnya tulisan. Kekuatan pembahasan terletak pada kemampuan penulis membangun argumentasi berdasarkan temuan, teori, penelitian terdahulu, dan konteks penelitian.
Alur yang dapat digunakan adalah memulai dari isu utama, menunjukkan research gap, menyampaikan temuan, memberikan interpretasi, membandingkannya dengan literatur, lalu menjelaskan novelty serta implikasi penelitian.
Ketika seluruh unsur tersebut disusun secara sistematis, reviewer akan lebih mudah melihat nilai ilmiah dari artikel. Hasil penelitian tidak lagi tampil sebagai kumpulan data, tetapi sebagai kontribusi yang relevan bagi pengembangan teori maupun penyelesaian masalah praktis.
Sedang menyiapkan artikel untuk jurnal nasional atau jurnal internasional bereputasi? Pelajari strategi penulisan ilmiah, penyusunan artikel, dan persiapan submission bersama Rifa Institute. Tambahkan tautan menuju halaman program atau layanan yang relevan pada bagian ini.








Leave a Comment